Hebatnya kaki semut

Saat mengajak anak-anak jalan ada kejadian yang membuat saya penasaran.  Disuatu tempat kami berhenti untuk melihat-lihat situasi di sekitarnya yang cukup ramai, maklumlah dekat dengan pasar.  Secara tidak sengaja kaki saya menginjak kerumunan semut hitam.  Merasa terganggu ada salah satu semut yang menggigit kaki.  Agak perasaan kesal juga digigit semut, maka dengan  sedikit emosi saya hentakkan kaki berharap si semut terlempar dan tidak menggigit lagi.  Saat itu anakku yang kecil saya gendong sehingga tanganku tidak bisa digunakan untuk membuang si semut.

Saya pun berlalu kembali, namun ternyata si semut masih menempel di kaki.  Aduh bandel amat nih pikirku.  Kemudian saya hentakkan lagi kaki agar semut itu pergi.  Namun si semut masih dengan setia menempel.  Sekali lagi saya hentakkan kaki, namun tetap si semut menempel.  Akhirnya dengan menggunakan sebelah kaki yang lain kupakai untuk menyingkirkan si semut.  Aha akhirnya si semut bandel itu terlempar entah kemana. (Eh… kejam sekali ya).

Sambil berjalan saya berpikir kenapa itu semut begitu kuat menempel di kaki, padahal sudah saya hentakkan berkali-kali tetapi tidak mental juga.  Berarti si semut dapat menempel begitu kuat.  Ada apa dengan kakinya, apakah punya lem pelekat sehingga dapat menempel ataukah ada hal lain.  Pikiranku masih dipenuhi tanda tanya.  Aku pun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah bersama anak-anak.

Saya kemudian teringat pada rumah percontohan tahan gempa yang dibuat disuatu perumahan dekat rumah.  Desain rumah tersebut dibuat dengan fondasi kaki-kaki yang tinggi (seperti rumah adat sumatera?).  Sehingga bangunannya ada di atas tidak seperti rumah kebanyakan yang fondasi rumah langsung bersentuhan dengan tanah.  Apakah kaki-kaki rumah ini bertujuan untuk meredam  getaran yang terjadi akibat gempa?  Bila ya, berarti kaki semut juga memiliki konsep yang sama dan bisa lebih kuat lagi karena kaki semut itu tidak lurus melainkan ada ruasnya sehingga badannya berada di tengah terayun diantara keenam kakinya.

(wikipedia)

Pantas saja ketika kaki saya hentakkan si semut dengan asyiknya masih menempel di kaki.  Karena getaran yang ditimbulkan oleh hentakkan kaki saya dapat diredam dengan mudah oleh semut.  Saya juga teringat pada orang yang melakukan push up.  Orang yang push up akan tampak stabil dan santai (tenaga tidak terkuras) pada saat posisi tangan seperti kaki semut. Adakah penjelasan ilmiah untuk masalah ini? saya kira ada.

Untuk menambah wawasan tentang semut silahkan download artikel tentang semut yang disusun oleh Harun Yahya di alamat http://www.harunyahya.com/indo/buku/semut01.htm. Semoga menambah wawassan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: